Karakteristik vape yang menghasilkan aroma tertentu serta bentuknya yang umum digunakan masyarakat membuat kandungannya sulit teridentifikasi secara kasatmata. Kondisi ini memungkinkan pengguna mengonsumsi narkotika tanpa mudah terdeteksi lingkungan sekitar.
“Mereka bisa gunakan di mana saja, apalagi wangi kan. Jadi, tidak tahu orang, ternyata isi narkotika,” ucapnya.
BNN menemukan sejumlah kasus di mana cairan vape diisi sabu cair, etomidate, hingga berbagai jenis narkotika sintetis lainnya. Modus ini dinilai lebih praktis dibandingkan metode konvensional, seperti penggunaan bong, karena tampilannya menyerupai aktivitas merokok biasa.
“Ini maksudnya kan kimia-kimiawi, liquid-liquid. Jadi, vape inilah alat yang paling tepat buat para pengguna, maksudnya. Untuk bersembunyi di balik alat-alat yang tadi konvensional seperti bong tadi,” kata dia.
“Ini yang jadi masalah. Jadi, kesannya orang lagi pakai vape, kesannya lagi merokok, merokok elektrik, tetapi isinya ternyata sabu cair. Isinya etomidate, isinya kimiawi-kimiawi jenis narkotika,” imbuhnya.

