Sampel liquid yang dilakukan uji laboratorium BNN, berasal dari Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, hingga Maluku Utara.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan tersebut, terdapat liquid yang sejak awal memang dikemas atau pabrikan yang memang memiliki kandungan narkotika jenis etomidate, MDMA, dan Koka.
Atas temuan tersebut, lanjut Supiyanto, BNN RI menyebut rokok elektronik khususnya yang jenis vape, rentan digunakan sebagai media penyalahgunaan narkotika.
“Memang paling banyak adalah Etomidate. Kenapa ini paling banyak? Karena paling mudah untuk dimasukkan di dalam cartridge maupun disamarkan di dalam botol-botol refill,” tegasnya. (Joesvicar Iqbal)

