IPOL.ID – Stok beras nasional pada Februari 2026 hingga Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah terkendali atau dalam kondisi aman.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penguatan cadangan beras pemerintah (CBP), penyerapan gabah petani, serta stabilisasi pasokan dan harga merupakan tiga mandat utama yang terus dijalankan Bulog secara konsisten.
“Bulog memaksimalkan tugas dan fungsinya serta pelayanannya kepada masyarakat,” ujar Rizal, Minggu (8/2/2026).
Dia menjelaskan, pilar pertama Bulog menjaga ketersediaan pangan nasional agar pasokan tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pilar kedua memastikan keterjangkauan pangan, sehingga distribusi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata dan berkelanjutan.
Pilar ketiga, yakni stabilisasi harga. Bulog bertugas menjaga harga komoditas strategis agar tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, sehingga gejolak pasar dapat diredam dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Stabilisasi harga ini penting agar masyarakat tidak terdampak lonjakan harga, sekaligus petani tetap mendapat kepastian usaha,” bebernya.
