Menurut Pathul, secara matematis, persentase kasus yang muncul bahkan berada di kisaran 0,0001 persen dari total pelaksanaan MBG di tingkat nasional. Angka itu, kata dia, menunjukkan bahwa secara umum program masih berjalan sesuai tujuan.
Lebih lanjut, Pathul menjelaskan bahwa dalam praktik sosial dan pelaksanaan kebijakan publik, persoalan teknis di lapangan merupakan hal yang sulit dihindari. Oleh karena itu, pendekatan yang dibutuhkan bukanlah pembesaran isu, melainkan evaluasi berkelanjutan agar kualitas layanan semakin baik.
“Evaluasi tetap dilakukan. Temuan di lapangan justru menjadi bahan perbaikan agar ke depan pelaksanaannya lebih optimal,” ujarnya.
Ia juga mengimbau media untuk menyampaikan informasi secara berimbang dan tidak memperbesar persoalan yang belum berdampak luas. Menurutnya, pemberitaan yang berlebihan justru berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Selama masih dalam ambang wajar dan tidak berdampak luas, sebaiknya tidak dikembangkan secara berlebihan,” tutup Pathul.(Vinolla)

