IPOL.ID – Sorotan publik terhadap dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah dinilai berlebihan. Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri menegaskan, insiden tersebut perlu ditempatkan secara proporsional dan tidak langsung dibingkai sebagai kegagalan program berskala nasional.
Pathul menilai, bila dilihat dari skala nasional, dugaan keracunan yang terjadi di Lombok Tengah merupakan bagian kecil dari pelaksanaan program MBG yang menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini saat ini didukung oleh puluhan ribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Secara nasional, jumlah dapur SPPG itu sekitar 60 ribu hingga 80 ribu. Kalau hanya satu atau dua kasus yang muncul, persentasenya sangat kecil,” kata Pathul Bahri, dikutip Senin (9/2/2026).
Ia menegaskan bahwa kemunculan kasus di satu daerah tidak serta-merta dapat dijadikan indikator kegagalan program secara keseluruhan. Selama dampaknya tidak meluas dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat secara signifikan, kondisi tersebut masih berada dalam batas kewajaran.
