Ekosistem Talenta untuk Indonesia Emas
Manfaat yang dirasakan oleh Wenseslaus dan Emanuel pun nyata: pembinaan langsung dari narasumber ahli, akses pada ekosistem pelatihan berkualitas bidang STEM dan AI, peningkatan kemampuan berpikir kritis-kreatif, serta pendidikan karakter yang komprehensif.
Tingginya antusiasme terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 7.099 orang dari 38 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Rinciannya, 2.343 murid SMP, 1.013 Pemandu Talenta SMP, 2.482 murid SMA, dan 1.261 Pemandu Talenta SMA.
Dari Lembata, dua murid ini telah mengirim pesan kepada Indonesia: bahwa talenta tidak mengenal batas geografis. Dengan akses, pembinaan, dan kemauan belajar, anak-anak 3T pun mampu berdiri sejajar dalam persaingan teknologi.
Di tangan generasi seperti Wenseslaus dan Emanuel, masa depan Indonesia menemukan harapannya. (ahmad)

