IPOL.ID – Kematian BS (10), siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak hanya menyisakan duka, tetapi juga kemarahan di tingkat tertinggi pemerintahan daerah. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut peristiwa ini sebagai kegagalan serius negara dalam melindungi warganya yang paling rentan.
Melki menegaskan tidak akan tinggal diam jika tragedi serupa kembali terjadi. Ia bahkan membuka opsi menuntut pemerintah daerah yang lalai menjalankan fungsi perlindungan sosial.
“Kalau besok ada kejadian seperti ini lagi, saya tuntut orang-orangnya. Negara tidak boleh kalah oleh kemiskinan. Masa ada warga negara mati karena urusan buku sekolah,” ujar Melki, dikutip Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, kematian seorang anak akibat kesulitan ekonomi merupakan alarm keras bahwa sistem jaring pengaman sosial belum bekerja sebagaimana mestinya. Ia menyoroti ironi di tengah derasnya aliran bantuan pusat ke NTT, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan berbagai skema pengentasan kemiskinan lainnya.
