Menurut Galih, Sirnas memiliki peran strategis dalam memetakan talenta terbaik nasional secara objektif. Dari ajang inilah PBPI melakukan scouting berjenjang untuk menyiapkan atlet menuju agenda besar, mulai dari Kejurnas, SEA Games, hingga kualifikasi kejuaraan dunia dan visi jangka panjang Olimpiade 2032.
“Target jangka pendek kami adalah Junior Asia Cup, sementara jangka panjangnya Olimpiade 2032. Sirnas menjadi pintu masuk awal. Data atlet dari berbagai kelompok umur kini mulai terbentuk, dan itu sangat krusial untuk pembinaan berkelanjutan,” jelasnya.
Sirnas 2026 juga mencatat sejarah dengan dibukanya nomor nasional kelompok usia 14 dan 16 tahun. Sebanyak 28 pasangan putra serta sejumlah pasangan putri ambil bagian, melibatkan pengurus provinsi dari berbagai daerah.
“Antusiasme orang tua luar biasa. Mereka bahkan sudah bertanya seri berikutnya digelar di mana. Ini bukti bahwa ekosistem padel usia dini mulai hidup,” tambah Galih.
Penutupan turnamen turut dihadiri Sekretaris Jenderal KONI, Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, MEMOS, menandai dukungan kuat induk organisasi olahraga nasional terhadap perkembangan padel.
