Enrico juga mengungkap sisi lain Denada yang selama ini jarang terlihat publik. Ia menyebut sang kakak memilih diam bukan tanpa alasan, melainkan karena trauma mendalam yang kembali terbuka setiap kali masa lalu itu disinggung.
“Setiap saya coba angkat topik itu, reaksinya selalu sama. Sedih, marah, dan langsung menutup diri. Itu bukan pura-pura, itu luka,” tuturnya.
Menurut Enrico, perhatian publik kini seharusnya diarahkan pada satu pertanyaan mendasar yang belum terjawab: di mana keberadaan ayah biologis Ressa dan mengapa tanggung jawab itu seolah menguap begitu saja.
“Kita semua sibuk berdebat, tapi satu sosok yang paling penting justru tidak pernah benar-benar dicari,” pungkasnya.(Vinolla)
