Pemerintah pusat sendiri telah menyepakati penurunan harga sapi hidup menjadi Rp55.000 per kg sejak 22 Januari 2026.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemprov DKI melakukan beberapa langkah:
1. Menyalurkan sapi hidup murah melalui Perumda Dharma Jaya dengan harga Rp54.000 per kg berat hidup.
2. Menyediakan daging subsidi seharga Rp35.000 per kg untuk sekitar satu juta warga penerima manfaat.
3. Menggelar Gerakan Pasar Murah, dengan harga daging Rp109.000 hingga Rp139.000 per kg.
4. Memastikan operasional Rumah Potong Hewan (RPH) tetap normal tanpa tambahan biaya pemeriksaan.
Pramono menegaskan, jika kebutuhan daging masih belum tercukupi, Pemprov DKI siap menambah impor sesuai kebutuhan.
“Kami optimistis harga daging sapi akan kembali stabil dalam waktu dekat, terutama menjelang Idul Fitri,” kata Hasudungan.
Dengan tambahan pasokan dan intervensi harga ini, Pemprov DKI berharap lonjakan harga daging bisa ditekan sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan selama bulan puasa tanpa terbebani kenaikan harga.(Vinolla)

