Berdasarkan data proyeksi Januari hingga Maret 2026, berbagai komoditas perikanan budidaya mengalami peningkatan produksi. Ikan kerapu mencatatkan kenaikan sebesar 11,32 persen, lalu produksi kakap juga menunjukkan perkembangan positif. Meskipun volume masih relatif terbatas, lobster tumbuh sebesar 12,27 persen.
“Jadi pasokan selama bulan puasa dan Lebaran 2026 sudah cukup aman. Kerapu, kakap, aman. Bahkan lele dan patin pun aman, karena ikan-ikan itu sudah divaksin. Keamanannya menjadi konsen KKP,” ujar Haeru.
Kemudian, produksi udang tetap menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 3,63 persen, kendati sebelumnya sempat terdampak isu cemaran Cesium 137.
Selain itu, produksi bandeng naik 0,84 persen dan ikan nila melonjak signifikan hingga 10,24 persen. Secara keseluruhan, rata-rata peningkatan produksi komoditas perikanan budidaya mencapai 19,09 persen.
Tetapi terdapat kondisi berbeda pada komoditas ikan mas yang mengalami penurunan produksi sebesar 4,11 persen.
Menurut dia, penurunan itu dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi sepanjang tahun 2025 yang berdampak pada sentra produksi.

