“Kami punya modeling di Karawang, luar biasa curah hujannya, untungnya ikan nila jauh lebih tahan dibandingkan dengan ikan yang lain secara umum,” tukasnya.
Dari sisi harga, pihaknya memastikan bahwa tekanan inflasi terkait harga ikan relatif terkendali. Kenaikan harga berbagai jenis ikan diperkirakan berada pada kisaran rendah, yaitu antara 0,25 hingga 1,39 persen, mulai dari ikan kerapu hingga ikan papuyu.
“Kekhawatiran inflasi juga tidak perlu kita risaukan. Kenapa? Di data ini terjawab sudah, harga kenaikannya hanya di sekitaran 0,25 sampai 1,39 persen,” jelasnya.
Meski ikan mas mengalami penurunan, tambah dia, namun pasokan benih dirasakan cukup optimis dari Aceh sampai Ambon.
“Kami bersama Bu Ishartini, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, menyamakan SOP, agar semua pasok benih (ikan) kualitasnya terjamin, agar kegagalan panen bisa diminimalisir seminimal mungkin seperti di Jawa-Lampung-Medan,” kata Haeru.
Turut hadir dalam konfrensi pers, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Ishartini, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Pung Nugroho Saksono, Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Machmud, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif. (Joesvicar Iqbal)

