IPOL.ID – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, memperingatkan bahwa organisasi dunia tersebut berada di ambang “keruntuhan keuangan” akibat tunggakan iuran negara anggota.
Peringatan itu disampaikan Guterres dalam surat kepada para duta besar negara anggota PBB tertanggal 28 Januari 2026. Dalam surat tersebut, ia menegaskan krisis likuiditas PBB terus memburuk dan mengancam kelangsungan program-program utama organisasi.
“Krisis ini semakin dalam, mengancam pelaksanaan program dan berisiko memicu kolaps keuangan. Situasinya akan memburuk dalam waktu dekat,” tulis Guterres, dikutip Reuters, Selasa (3/2).
Ia menyebut sejumlah negara telah secara resmi menyatakan tidak akan memenuhi kewajiban pembayaran iuran wajib yang menjadi sumber utama pembiayaan anggaran reguler PBB.
Meski tidak menyebutkan nama negara, Amerika Serikat (AS) disebut sebagai kontributor terbesar yang hingga kini menunggak pembayaran dalam jumlah signifikan.
Menurut data PBB, hingga akhir 2025 total tunggakan iuran negara anggota mencapai rekor 1,57 miliar dolar AS. Dari jumlah itu, AS tercatat memiliki kewajiban sebesar 2,19 miliar dolar AS untuk anggaran reguler, 1,88 miliar dolar AS untuk misi penjaga perdamaian aktif, serta 528 juta dolar AS untuk misi sebelumnya.
