Keputusan ini melanjutkan langkah Meta beberapa bulan sebelumnya yang menghentikan aplikasi desktop mandiri Messenger untuk sistem operasi Windows dan Mac. Saat itu, pengguna aplikasi desktop juga diarahkan untuk mengakses layanan pesan melalui situs Facebook.
Informasi mengenai penghentian messenger.com pertama kali terungkap oleh reverse engineer Alessandro Paluzzi. Kini, Meta mulai menyampaikan pemberitahuan resmi melalui notifikasi pop-up di situs maupun aplikasi Messenger.
Sebagian pengguna menyampaikan ketidakpuasan mereka di media sosial. Mereka menilai kebijakan ini memaksa pengguna kembali mengandalkan situs Facebook untuk berkirim pesan, termasuk bagi yang telah menonaktifkan akun Facebook.
Di sisi lain, konsolidasi platform dinilai dapat membantu Meta menyederhanakan pengelolaan layanan serta menekan biaya operasional karena tidak lagi perlu mengelola berbagai platform pesan secara terpisah.
Sebagai informasi, Messenger pertama kali diperkenalkan pada 2008 dengan nama Facebook Chat. Pada 2011, Facebook meluncurkan aplikasi Messenger sebagai layanan terpisah. Bahkan pada 2014, fitur pesan sempat dihapus dari aplikasi utama Facebook untuk mendorong penggunaan Messenger.

