Huntara 10 blok yang dibangun Danantara memiliki total luas 4.050 meter persegi. Selain kamar bagi setiap keluarga, hunian ini juga dilengkapi beberapa fasilitas seperti MCK yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, dapur umum, tempat aktivitas komunal, musala dan lapangan futsal,” kata Arwin.
Selanjutnya masyarakat yang sementara tinggal di huntara itu bakal mendapatkan hunian tetap (huntap). Pemerintah pusat menyediakan skema huntap in-situ atau berlokasi pada tanah dimiliki warga atau huntap secara berkelompok. Pada skema ini, pemerintah daerah akan terlebih dahulu menyiapkan lahan pembangunan huntap.
Desa Tandihat merupakan salah satu wilayah terdampak bencana bansor di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 4 Februari 2026 mencatat total rumah rusak sebanyak 2.146 unit dengan rincian rusak berat 1.832 unit, rusak sedang 126 unit dan rusak ringan 188 unit.
Sedangkan total rumah rusak tersebar di 18 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatra Utara berjumlah 30.301 unit, rinciannya rusak berat 7.210 unit, rusak sedang 3.523 unit dan rusak ringan 19.568 unit.
