Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyerahkan huntara kepada warga penerima terdampak bencana bansor. Bertempat di Huntara Danantara, Desa Simarpinggan, Tapanuli Selatan, Kamis (5/2).
Pada kesempatan itu, Pemerintah Pusat juga menyerahkan dana tunggu hunian (DTH) kepada perwakilan warga korban bansor. DTH merupakan skema lain untuk mengakomodasi para warga mengalami rumahnya rusak berat.
Mendagri Tito Karnavian menekankan pada validitas data. Dia meminta kepala daerah untuk menyiapkan data terverifikasi dan tervalidasi. Ini dibutuhkan dalam penyaluran stimulan bantuan rumah rusak nantinya.
“Rumah rusak ringan akan dibantu Rp15 juta. Untuk rusak sedang dibantu Rp30 juta,” kata Mendagri Tito Karnavian.
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akan mendapatkan stimulan bantuan sebesar Rp60 juta. Bantuan ini bakal disalurkan BNPB. Namun dia menekankan kembali pentingnya ketersediaan data tervalidasi.
