IPOL.ID – Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dalam beberapa hari terakhir. Hingga Senin, 6 April 2026, letusan tercatat terjadi puluhan kali dalam sehari dengan kolom abu mencapai hingga 1.600 meter di atas puncak, memicu kekhawatiran warga di sekitar kawasan terdampak.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, aktivitas erupsi terjadi intens sejak akhir pekan. Bahkan, dalam satu hari pada Ahad (5/4/2026), jumlah letusan mencapai 83 kali. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya mengikuti arah angin.
Kepala Pos PGA Dukono, Sarjan Roboke, dalam keterangannya pada Senin (6/4/2026) menegaskan bahwa aktivitas vulkanik masih fluktuatif dan berpotensi terjadi sewaktu-waktu. “Gunung Dukono teramati mengalami letusan sebanyak 83 kali dalam sehari, dengan tinggi 500 hingga 1.600 meter di atas puncak,” ujarnya.
Sementara itu, petugas PGA Dukono lainnya, Bambang Sugiono, menyampaikan bahwa salah satu erupsi signifikan terjadi pada Minggu pagi (5/4/2026) pukul 08.33 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai 1.600 meter. “Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi lebih dari 160 detik,” kata Bambang dalam laporan resmi yang dirilis hari yang sama.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Namun, abu vulkanik yang terus menyebar disebut telah menyebabkan gangguan pernapasan ringan pada sejumlah warga, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang. Selain itu, warga diimbau untuk selalu menggunakan masker guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.
PVMBG juga mengingatkan bahwa karakter erupsi Gunung Dukono bersifat periodik dengan sebaran abu yang tidak menentu, sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin. Oleh karena itu, potensi dampak bisa meluas ke wilayah yang tidak terduga.
Dengan intensitas letusan yang masih tinggi, otoritas setempat terus memantau perkembangan aktivitas gunung dan meminta masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan erupsi lanjutan. (tim)
