IPOL.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur sipil vital di Iran. Trump menegaskan akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali untuk jalur pelayaran paling lambat Selasa (7/4/2026).
Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Minggu (5/4) yang diwarnai bahasa provokatif, Trump menyebut serangan itu sebagai “Power Plant Day” dan “Bridge Day”.
Dilansir Al Jazeera, istilah tersebut merujuk pada penargetan pembangkit listrik dan tehadap jembatan.
“Selasa akan menjadi Power Plant Day dan Bridge Day dalam satu momen di Iran. Ini belum pernah terjadi!!!” tulis Trump di Truth Social.
Ancaman serangan hari Selasa tersebut merupakan puncak dari rangkaian ultimatum yang dimulai sejak 26 Maret 2026. Saat itu, Trump memberikan tenggat waktu 10 hari bagi Teheran untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz, jalur distribusi energi paling krusial di dunia.
Lalu lintas di selat tersebut telah tersendat sejak pecahnya konflik antara AS, Israel, dan Iran pada 28 Februari 2026.
