Aliran dana tersebut memicu pertumbuhan wirausaha baru di berbagai sektor. Sebagai contoh, operasional satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan sekitar 25 liter sabun per hari, yang kemudian membuka peluang usaha bagi produsen sabun lokal di daerah.
“Dan sampai saat ini saja Badan Gizi sudah mengeluarkan Rp19,5 triliun untuk bulan Januari. Dan itu menggerakkan roda ekonomi, tidak hanya kebutuhan bahan baku meningkat tapi juga faktor ikutannya,” terangnya.
Saat ini, MBG telah didukung 22.275 dapur SPPG yang melayani sekitar 60,7 juta penerima manfaat. Ke depan, BGN menargetkan pembentukan tim akreditasi dan sertifikasi guna memastikan seluruh dapur memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan, dengan pengelompokan nilai dari A hingga C. (far)
