Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kematangan mental menjadi pembeda. Garuda Jaya sejatinya memiliki potensi besar untuk merebut set kedua, namun kesalahan di poin krusial akibat kurangnya jam terbang membuat mereka gagal mengonversi peluang. Sebaliknya, LavAni menunjukkan kedisiplinan taktik, terutama saat transisi bertahan ke menyerang yang dipimpin oleh Hendra Kurniawan.
Asisten prlatih LavAni, Erwin Rusni mengatakan dalam laga ini timnya sering melakukan rotasi. Hal ini dilakukan, tambahnya, agar pemain di final four nanti sudah siap.
“Nanti ketika main di final four, semua pemain sudah diturunkan saat tampil di final four nanti,” ujar Erwin usai laga.
Sementara itu, pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. “Dibanding penampilan sebelumnya, melawan LavAni lebih baik,” tukas Nur. Sedangkan kapten tim Garuda Jaya, Dawuda Alaihimassalam, mengatakan kekalahan timnya lebih dikarenakan kalah senior.
“Mungkin karena kita kalah senior dari pemain LavAni,” tambah Dawuda.(bam)
