Menurutnya, penunjukan langsung tersebut membuka ruang konflik kepentingan serta dugaan mark-up harga yang berpotensi merugikan keuangan perusahaan dan negara.
Lebih lanjut, Sentinel juga mengungkap dugaan metode produksi Solar B40 Performance yang dinilai tidak sesuai standar keselamatan dan kualitas kilang. Zat aditif disebut tidak melalui proses blending terstandar, melainkan dicampur secara manual di lapangan.
“Jika benar pencampuran dilakukan secara manual di unit pelaksana, ini bukan lagi produk performance, melainkan oplosan skala industri yang berisiko terhadap kualitas dan keselamatan,” bebernya.
Investigasi Sentinel turut menemukan indikasi bahwa pengadaan aditif dilakukan secara terfragmentasi oleh unit pelaksana, bukan terpusat.
“Pola ini diduga untuk menghindari pengawasan ketat dari pusat, meski kebijakan operasionalnya tetap dikendalikan oleh manajemen atas,” imbuh Ronald.
Sentinel menilai, dengan posisi strategis Mars Ega Legowo—baik saat menjabat Direktur Pemasaran Regional maupun kini sebagai Direktur Utama—praktik tersebut sulit terjadi tanpa sepengetahuan pimpinan.
