Yakob memastikan bahwa komunikasi dengan Ketua Umum PPKBI tetap terbuka, namun ia menekankan bahwa penyimpangan AD/ART tidak bisa diabaikan karena akan membuka ruang pelanggaran lainnya.
*Kondisi Organisasi Dinilai Buruk, Banyak Masalah Pembinaan Prestasi*
Dalam Silatnas, para Pengprov juga menyoroti sejumlah persoalan pembinaan prestasi yang dianggap tidak ditangani serius oleh pengurus pusat. Salah satunya adalah kegagalan manajerial pada SEA Games Thailand, yang disebut berdampak pada atlet dan kredibilitas organisasi.
“Kondisi organisasi sedang tidak baik-baik saja. Banyak penyimpangan sejak SK 77/PPKBI/2022 diterbitkan. Ini harus dibenahi,” ujar Yakob.
Meski begitu, Yakob menegaskan bahwa sebagian besar persoalan teknis bisa diselesaikan secara internal—yang menjadi fokus utama saat ini adalah penyimpangan terhadap aturan dasar organisasi.
*Silatnas Menolak Tuduhan Boikot: “Ini Soal Marwah, Bukan Kepentingan Kelompok”*
Para Pengprov menegaskan bahwa Silatnas bukan upaya memboikot Munas, melainkan bentuk koreksi agar proses pemilihan pimpinan baru berjalan demokratis dan legitimate.
