Unggahan pertama yang viral ini diposting oleh akun @firhidz, yang menulis “Beneran coy” sambil membagikan tangkapan layar dokumen yang diklaim berasal dari file tersebut. Cuitan itu langsung mendapatkan ribuan interaksi netizen, memicu spekulasi luas soal hubungan Hary dengan nama-nama global lain dalam kasus ini.
Nama lain dari WNI yang disebut adalah Kafrawi Yuliantono. Namanya muncul dalam salah satu laporan media sebagai orang yang disebutkan dalam arsip tersebut. Diketahui bahwa Kafrawi pernah bekerja di beberapa jaringan hotel di Indonesia.
Sementara itu, nama Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, juga disebut dalam salah satu dokumen Epstein Files yang kemudian menjadi perbincangan di media sosial Malaysia. Dalam email yang dibagikan secara online, ada referensi nominal kepada Anwar, namun konteksnya adalah sebuah pertanyaan mengenai pertemuan privat, bukan bukti keterlibatan langsung.
Anwar kemudian membantah memiliki keterkaitan apa pun dengan Epstein atau pihak yang disebut dalam email tersebut. Dalam unggahan resminya di akun X @anwaribrahim, ia menulis bahwa dokumen yang menyebut namanya berkaitan dengan masa lalu dan bukan bukti hubungan apa pun, serta menjelaskan, “Saya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan pihak mana pun yang disebut dalam email itu, terutama Epstein”.
