Reaksi di media sosial terhadap isu ini sangat cepat. Selain akun @firhidz, sejumlah unggahan lain juga muncul, seperti dari akun @billllllliiiee, yang mempertanyakan istilah “Indonesian CIA” yang disebut dalam dokumen, meski belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Para analis media sosial mengingatkan bahwa sekadar munculnya nama dalam dokumen besar seperti Epstein Files tidak boleh langsung ditafsirkan sebagai bukti keterlibatan dalam aktivitas kriminal.
Sebagian besar nama yang masuk muncul dalam konteks korespondensi umum, catatan perjalanan atau dokumen bisnis yang luas. Hingga kini, DOJ AS belum mengeluarkan tuduhan resmi terhadap figur Asia Tenggara yang namanya muncul di file tersebut. (tim)
