IPOL.ID– Antusiasme masyarakat menyambut mudik Lebaran 2026 mulai terlihat dari tingginya pemesanan tiket kereta api sejak jauh hari. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 655.407 tiket Lebaran 2026 telah terjual hingga Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 10.00 WIB.
Angka tersebut mencerminkan perubahan pola perilaku pemudik yang kini semakin mengandalkan perencanaan awal. Kebijakan penjualan tiket H-45 sebelum keberangkatan dinilai memberi ruang lebih luas bagi masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan, sekaligus membantu KAI mengelola kepadatan arus mudik.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, sistem penjualan bertahap bukan hanya berorientasi pada kemudahan pelanggan, tetapi juga sebagai strategi untuk mencegah penumpukan penumpang pada tanggal-tanggal tertentu.
“Skema ini memberi fleksibilitas bagi pelanggan dalam menentukan waktu perjalanan sekaligus membantu distribusi arus mudik agar lebih merata,” ujar Anne, Minggu (8/2/2026).
Meski masih berada jauh dari puncak Lebaran, minat pemudik terlihat terkonsentrasi pada 19 dan 20 Maret 2026. Pada dua tanggal tersebut, masing-masing 63.456 tiket kereta api reguler telah habis dipesan. KAI menilai fenomena ini sebagai kecenderungan klasik masyarakat yang memilih mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan ekstrem.
