Di sisi lain, KAI mencatat sejumlah tanggal perjalanan di luar masa favorit masih memiliki ketersediaan tiket yang cukup besar. Salah satunya 23 Maret 2026, yang dinilai ideal bagi penumpang yang mengutamakan kenyamanan dan kelancaran perjalanan.
Dari sisi tujuan, Stasiun Pasar Senen masih menjadi magnet utama pemudik dengan total 38.710 calon penumpang, disusul Stasiun Yogyakarta yang mencatat 27.241 pemesan tiket. Dua stasiun tersebut konsisten menjadi simpul pergerakan mudik terbesar setiap tahunnya.
Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, KAI menegaskan setiap tiket hanya berlaku untuk satu penumpang dengan identitas resmi. Teknologi face recognition kembali dioptimalkan guna memastikan kesesuaian data penumpang saat proses boarding.
Selain kesiapan sistem, KAI juga melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh lokomotif dan rangkaian kereta. Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi risiko operasional selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
“KAI berkomitmen menghadirkan layanan mudik yang tertib, aman, dan nyaman. Dengan perencanaan sejak dini, perjalanan libur Lebaran 2026 bersama kereta api dapat dinikmati dengan lebih tenang,” kata Executive Vice President Sekretaris Perusahaan KAI Wisnu Pramudya.
