“Dengan kecepatan saat ini, dibutuhkan tujuh tahun untuk membersihkan seluruh reruntuhan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kewenangan dan kapasitas agar proses pengangkutan serta daur ulang puing dapat dipercepat.
Prioritas kedua adalah penyediaan hunian sementara. De Croo menyebut sebagian besar warga tinggal di tempat yang bahkan sulit disebut sebagai tenda.
“Sekitar 90 persen populasi hidup di tenda-tenda yang sangat sederhana,” ujarnya.
UNDP telah membangun 500 unit hunian pemulihan dan menyiapkan 4.000 unit tambahan. Namun, jumlah tersebut jauh dari mencukupi.
Diperkirakan dibutuhkan antara 200.000 hingga 300.000 unit untuk memberikan kondisi hunian yang lebih layak, meski belum sepenuhnya memenuhi standar ideal.
Sementara itu, prioritas ketiga adalah menghidupkan kembali sektor swasta di Gaza yang selama ini praktis terhenti. Program pemulihan mencakup investasi terbatas serta skema padat karya berbasis uang tunai untuk membantu perputaran ekonomi lokal.
Untuk memperluas jangkauan bantuan, De Croo menyampaikan satu permintaan utama kepada otoritas Israel, yakni peningkatan akses bagi masuknya material, unit hunian, serta dukungan bagi pelaku usaha.

