Sederat prestasi di ajang multi event dan konsistensi wushu Indonesia sebagai penyumbang medali emas pada SEA Games dan Asian Games tersebut tampaknya seperti terlupakan. Kini, wushu tidak lagi masuk dalam daftar 21 cabor unggulan revisi.
Pada era Menpora Zainudin Amali ditetapkan 14 cabor DBON yakni Bulutangkis, Angkat Besi, Panjat Tebing, Panahan, Menembak, Wushu, Karate, Taekwondo, Balap Sepeda, Atletik, Renang, Dayung, Senam Artistik, dan Pencak Silat. Plus tiga cabor industry yakni sepakbola, basket dan bolavoli.
Kemudian Kemenpora melakukan revisi dan penambahan menjadi 21 cabor yakni Atletik, Senam, Aquatic (Renang), Bulutangkis, Angkat Besi, Panjat Tebing, Panahan, Sepak Bola, Menembak, Judo, Tinju, Taekwondo, Balap Sepeda, Voli Pantai (2×2), Bola Basket (3×3), Dayung (Rowing dan Canoe), Tenis, Anggar, Gulat, Pencak Silat (Road to World Stage), dan Equestrian (Berkuda).
Banyak yang bertanya mengapa wushu sebagai cabor penyumbang medali emas tetap pada SEA Games dan Asian Games, tidak masuk dalam daftar 21 cabor unggulan. Tidak sedikit juga yang mempertanyakan terkait kriteria penetapan cabor unggulan yang sebelumnya disebut menggunakan sistem promosi dan degradasi.
Pertanyaan yang muncul itu cukup wajar apalagi PB WI selama ini tidak pernah melupakan dukungan Kemenpora dalam menjaga konsistensi prestasi dan terus Mengibarkan Merah Putih dan Mengumandangkan Lagu Indonesia Raya pada single maupun multi event internasional.

