IPOL.ID – Unjuk rasa mahasiswa di depan Markas Kepolisian Daerah DIY (Mapolda DIY) Rabu dini hari berakhir ricuh sebelum akhirnya kembali kondusif, buntut dari kasus tewasnya seorang remaja di Tual, Maluku yang diduga akibat penganiayaan oleh oknum anggota Brimob. Aksi berlangsung sejak Selasa malam (24/2/2026) dan baru meredamalam hingga dini hari tadi.
Ratusan massa mahasiswa dan elemen masyarakat berkumpul dan menyuarakan kecaman terhadap institusi kepolisian dengan mengecam tindakan aparat di Maluku yang menewaskan seorang pelajar berusia sekitar 14 tahun. Dalam video yang ramai beredar di media sosial X, beberapa peserta tampak meneriakkan desakan kepad polisi yang harus bertanggungjawab terhadap korban kekerasan. Dikutip akun X @textfromjogja, netizen menuding institusi tertinggi negara masih belum melakukan reformasi menyeluruh.
Dalam aksi tersebut, beberapa titik pagar Mapolda DIY di sisi timur dilaporkan sempat dirusak dan roboh akibat dorongan massa. Coretan protes dan kecaman telah tampak pada bagian tembok sekitar kantor polisi, menunjukkan rasa frustrasi pendemo terhadap otoritas keamanan.
