Salah satu peserta aksi yang sempat direkam di X menyatakan, “Ini bukan soal oknum lagi, ini soal institusi yang masih melindungi tindakan kekerasan. Kami di sini untuk menuntut perubahan nyata, bukan sekadar pemecatan.”
Dalam unggahan lain di X, terlihat mahasiswa menyerukan slogan seperti “Reformasi Polri sekarang!” dan “Keadilan untuk korban di Maluku” saat berorasi dan mengelilingi Mapolda DIY.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, dalam keterangannya menyatakan bahwa meskipun aksi awalnya damai, kerusuhan kecil sempat terjadi dan tiga mahasiswa sempat diamankan untuk dimintai keterangan selama penanganan situasi. Ketiga mahasiswa tersebut kemudian dikembalikan kepada pihak kampus masing-masing setelah koordinasi dengan rektorat.
Ihsan menyayangkan kejadian perusakan tersebut tetapi memastikan tidak ada penggunaan gas air mata atau peluru oleh aparat. Ia menegaskan bahwa suara keras yang terdengar saat aksi berlangsung berasal dari petasan yang dibawa oleh massa, bukan metode penertiban dari polisi.
