IPOL.ID – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa tradisi mudik tidak sekadar perjalanan pulang ke kampung halaman, melainkan memiliki dimensi spiritual yang mendalam sebagai “perjalanan suci” menuju fitrah manusia.
Dalam sambutannya pada pelepasan program mudik gratis Kementerian Agama, ia menyebut mudik sebagai momentum “vertikal” untuk kembali kepada Tuhan, setelah umat Islam ditempa selama bulan Ramadhan.
“Ramadhan itu membakar dosa-dosa masa lalu. Kita kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Karena itu, mudik bukan hanya fisik, tapi juga rohani—kita naik kembali kepada Allah,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Selasa (.
Menurutnya, mudik memiliki dua makna sekaligus, yakni mudik lahir berupa perjalanan pulang ke kampung halaman, serta mudik batin berupa penguatan spiritual dan emosional.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan orang tua dan keluarga. Di tengah kesibukan, masyarakat kerap lebih intens berkomunikasi dengan relasi pekerjaan dibanding keluarga sendiri.
