IPOL.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak perempuan untuk bisa mengambil peran yang sama seperti halnya dengan laki-laki, terkhusus menjadi seorang pemimpin. Menurutnya, ajaran Islam justru menempatkan relasi laki-laki dan perempuan dalam prinsip kesetaraan dan saling melengkapi.
“Jadi coba kita lihat. Saya mohon kepada kita semuanya bahwa perempuan jangan didiskreditkan, jangan dipinggirkan berdasarkan agama. Tidak ada dalil yang bisa menyebabkan perempuan itu terpinggirkan,” ujar Menag.
Hal itu disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama dan mengenang 40 hari wafatnya Margaret Aliyatul Maimunah di Masjid Istiqlal, Minggu (17/5/2026).
Menag menerangkan bahwa Al-Qur’an tidak menempatkan perempuan sebagai kelompok kelas dua. Menurutnya, ayat-ayat yang membahas relasi gender justru dibangun di atas konsep kesetaraan.
“Semua ayat-ayat yang berbicara tentang relasi gender dalam Al-Quran itu menggunakan konsep kesetaraan,” katanya sembari menjelaskan penggalan ayat-ayat Quran yang dirujuknya.
