IPOL.ID – Di tengah eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Qatar menegaskan sikapnya untuk tidak terlibat dalam perang. Qatar mengaku sudah sejak lama hidup berdampingan dengan Iran dan memiliki hubungan historis dengan Teheran. Negara Teluk tersebut justru memilih jalur de-eskalasi dan diplomasi guna mencegah konflik meluas.
“Perlunya menghentikan perang ini segera dan penting mengedepankan solusi diplomatik sebagai upaya mencapai perdamaian dan menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah,” ujar Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani saat berbincang dengan Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia Al Sudani, pada Rabu (25/3/2026).
Senada, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menegaskan bahwa Doha tidak akan ikut dalam aksi militer terhadap Iran. “Qatar tidak menjadi bagian dari kampanye yang menargetkan Iran,” tegas Al-Ansari, merespon seruan Israel agar negara Teluk ikut terlibat dan membalas serangan Iran.
Pernyataan tersebut mempertegas posisi Qatar yang berupaya menjaga jarak dari konflik terbuka, meskipun wilayahnya ikut terdampak serangan. Sejak perang pecah pada akhir Februari 2026, sejumlah fasilitas di Qatar, termasuk pangkalan militer dan infrastruktur energi, menjadi sasaran serangan rudal Iran.
