“Iran telah menjadi tetangga kami selama ribuan tahun. Kami sudah sejak lama hidup berdampingan. Dan akan terus menemukan jalan untuk hidup Bersama lebih lama lagi,” ujarnya.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, juga secara tegas menolak narasi bahwa negaranya terlibat dalam konflik tersebut. Ia bahkan menuding serangan Iran telah melanggar kedaulatan Qatar dan berpotensi menyeret negara-negara kawasan ke dalam perang yang lebih luas.
“Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara Qatar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tindakan Iran “menyeret negara-negara tetangga ke dalam perang yang bukan urusan mereka.”
Qatar juga mengecam keras serangan yang menyasar infrastruktur sipil dan energi di wilayahnya. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut serangan tersebut telah “melanggar semua garis merah” dan mengancam stabilitas kawasan.
Meski demikian, Doha tetap menahan diri untuk tidak melakukan aksi balasan militer. Pemerintah Qatar lebih memilih mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi, sejalan dengan kebijakan luar negerinya yang selama ini dikenal sebagai mediator berbagai konflik internasional.
