IPOL.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) menggelar Kick Off Meeting Program Call for Joint Collaboration Tahun Anggaran 2026 secara daring, baru-baru ini.
Kegiatan yang dibuka Pelaksana Tugas Kepala ORKM BRIN Luki Subehi, menandai dimulainya pelaksanaan 66 kegiatan riset strategis di bidang kebumian dan maritim, melibatkan berbagai kelompok riset di lingkungan ORKM.
Luki menyampaikan apresiasi kepada tim program dan keuangan ORKM serta para kepala pusat, koordinator riset, peneliti utama (Principal Investigator/PI), dan seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Kami ucapkan selamat kepada para peneliti yang proposalnya lolos seleksi setelah melalui tahapan pengajuan, penelaahan, dan penyesuaian program,” tambahnya.
Pada tahun ini, ORKM menjalankan 66 kegiatan riset yang terbagi dalam tiga Rincian Output (RO). RO Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian dikoordinasikan oleh Adrin Tohari melaksanakan 39 kegiatan riset.
Sementara itu, RO Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian yang dikoordinasikan oleh Iwan Setiawan menangani 14 kegiatan riset, dan RO Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian yang dikoordinasikan oleh Rachmat Fajar Lubis mengelola 13 kegiatan riset.
“Kami berharap para peneliti dan tim dapat melaksanakan kegiatan riset secara optimal hingga akhir tahun sehingga target yang telah ditetapkan dalam proposal dapat tercapai. Pelaksanaan riset akan dipantau melalui kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala agar seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Selain capaian ilmiah, ia juga menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam pelaksanaan riset, terutama bagi tim yang melakukan survei lapangan. “Keselamatan dan keamanan peneliti harus menjadi prioritas agar kegiatan dapat berjalan lancar serta menghasilkan data yang berkualitas,” paparnya.
Luki juga mendorong komunikasi yang intensif antara peneliti, koordinator riset, serta tim program dan keuangan apabila dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kendala.
“Kami berharap program riset ini tidak hanya menghasilkan keluaran ilmiah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan akademisi, mahasiswa, maupun peneliti pascadoktoral. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan riset yang lebih besar pada masa mendatang serta mendukung pengajuan pendanaan riset pada tahap berikutnya,” pungkas Luki. (ahmad)
