Ia menambahkan selain dari penambangan, nikel dan kobalt juga dapat diperoleh dari sumber sekunder yang masih mengandung logam bernilai, seperti limbah industri metalurgi, limbah papan sirkuit elektronik (PCB), dan baterai bekas. Katoda baterai litium bekas bahkan memiliki kandungan nikel dan kobalt yang relatif tinggi dibandingkan kandungan dalam bijih, sehingga berpotensi menjadi sumber urban mining.
Penelitian diawali dengan penyiapan blackmass, yaitu serbuk aktif dari katoda baterai litium bekas. Baterai dipisahkan dari pembungkusnya, direndam dalam larutan natrium klorida (NaCl) 5 persen selama 24 jam, kemudian diperkecil ukurannya dan dipanaskan pada suhu sekitar 700 derajat celsius selama satu jam untuk menghilangkan bahan pengikat dan komponen organik.
Serbuk katoda selanjutnya dipisahkan dari lembaran aluminium, dicuci, dan dikeringkan untuk memperoleh blackmass. Material ini kemudian dikarakterisasi menggunakan x-ray diffraction (XRD) dan x-ray fluorescence (XRF) sebelum proses pelindian.
