Namun kondisi itu justru menimbulkan kecurigaan petugas yang datang melalui layanan PLN 123. Mereka mempertanyakan mengapa token listrik tidak cepat habis dan jarang diisi, sehingga muncul dugaan adanya masalah pada meteran.
Warga yang berada di lokasi sempat menjelaskan bahwa pasangan lansia tersebut tidak mencuri arus listrik dan memang hidup sangat hemat. Meski begitu, petugas disebut tetap bersikeras dan menyampaikan bahwa jika tidak ingin menggunakan listrik negara, maka meteran akan ditarik.
Akhirnya meteran listrik lama milik pasangan lansia tersebut dicabut dan diganti dengan meteran baru. Ironisnya, mereka juga diminta membayar biaya sebesar Rp600 ribu. Uang itu bahkan diambil dari bantuan sosial BLT yang sebelumnya mereka terima.
Peristiwa ini memicu keprihatinan warga setempat. Banyak yang menilai tindakan tersebut terlalu memberatkan bagi pasangan lansia yang hidup dalam keterbatasan. Warga berharap ada penjelasan resmi dari pihak PLN terkait prosedur dan aturan yang berlaku dalam kasus tersebut. (Vinolla)
