Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kekeringan, tetapi juga ancaman terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih. Risiko gagal panen di sejumlah wilayah lumbung pangan nasional pun meningkat seiring berkurangnya pasokan air selama musim kemarau.
Meski demikian, BRIN mengingatkan bahwa dampak El Nino tidak selalu seragam di seluruh Indonesia. Wilayah di bagian utara garis khatulistiwa justru berpotensi mengalami peningkatan curah hujan yang dapat memicu banjir, seperti yang pernah terjadi pada peristiwa El Nino sebelumnya.
Fenomena “Godzilla El Nino” sendiri bukan istilah ilmiah resmi, melainkan istilah populer untuk menggambarkan kekuatan El Nino yang ekstrem. Namun demikian, dampaknya tetap nyata dan perlu diantisipasi sejak dini oleh pemerintah maupun masyarakat.
Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa fenomena ini dapat memperpanjang musim kemarau dan meningkatkan risiko krisis air jika tidak diantisipasi dengan baik.
Dengan potensi dampak yang luas, BRIN mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah mitigasi, seperti penghematan air dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi musim kering yang lebih panjang dari biasanya. (tim)
