Diskusi bersama perwakilan B.League, Nao Okamoto, turut memperkaya perspektif dalam forum tersebut. Liga Jepang yang telah lebih dahulu mapan di Asia menjadi mitra penting bagi IBL sejak 2 tahun belakangan dalam mengembangkan struktur liga yang berkelanjutan dan kompetitif.
Selain itu, Junas menekankan pentingnya membangun ekosistem yang terintegrasi, mulai dari level grassroots hingga profesional. Ia melihat potensi besar Indonesia sebagai pasar basket yang terus berkembang, baik dari sisi talenta maupun komersial.
“Penggemar di Indonesia, khususnya generasi muda sangat antusias terhadap bolabasket dan memiliki banyak keuntungan dibandingkan era sebelumnya untuk bisa melompat lebih jauh lagi sebagai liga yang semakin berkualitas. Dengan populasi besar, dukungan visi federasi, kolaborasi klub, dan dukungan stakeholder, masa depan bolabasket di Indonesia sangat menjanjikan,” tambahnya.
Partisipasi IBL dalam Asia Basketball Summit ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di peta basket Asia, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam mendorong kemajuan industri bola basket di kawasan. (bam)
