Di tengah ancaman tersebut, konflik bersenjata terus berlangsung. Sirene serangan udara kembali berbunyi di sejumlah wilayah Israel, termasuk Tel Aviv, menyusul peluncuran rudal dari Iran.
Militer Israel sebelumnya mengklaim telah menyerang sejumlah target di Teheran, termasuk basis militer dan fasilitas produksi senjata.
Meski serangan udara intensif AS dan Israel disebut telah melemahkan kemampuan militer Iran, Teheran tetap menunjukkan kapasitasnya untuk membalas. Bahkan, Iran dilaporkan telah meluncurkan rudal balistik jarak jauh sejauh 4.000 kilometer ke arah pangkalan militer AS-Inggris di Samudra Hindia.
Di sisi lain, Israel memperkirakan konflik ini belum akan mereda dalam waktu dekat. Juru bicara militer Israel menyebut pertempuran melawan Iran dan kelompok Hizbullah masih akan berlangsung “berminggu-minggu ke depan”.
Ancaman saling serang terhadap infrastruktur sipil kini menjadi kekhawatiran terbesar. Analis pasar menyebut ultimatum AS telah menciptakan “bom waktu ketidakpastian” bagi ekonomi global.
