Menurut mereka, kerja sama tersebut menandai pembentukan front terpadu antara Iran dan Hizbullah dalam menghadapi musuh bersama di kawasan.
Di saat yang bersamaan, Hizbullah meluncurkan operasi mandiri bertajuk “Devouring Locust”. Lebih dari seratus rudal ditembakkan ke wilayah utara Israel, memicu ledakan beruntun dan memaksa sistem peringatan dini bekerja tanpa henti.
Media lokal Israel mengonfirmasi adanya lonjakan intensitas serangan yang sangat tajam dalam 24 jam terakhir. Kondisi ini menciptakan beban kritis pada sistem pertahanan udara (Iron Dome) serta infrastruktur sipil.
Warga di wilayah terdampak dilaporkan harus menetap di bungker perlindungan, hidup “dari sirine ke sirine” akibat rentetan serangan yang tak kunjung usai. (far)
