Konflik ini telah memicu penutupan Selat Hormuz, jalur krusial bagi pasokan energi global. Akibatnya, harga bensin berjangka di Amerika Serikat melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2022.
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump menilai dampak kenaikan harga energi terhadap biaya hidup masyarakat Amerika masih dapat dikendalikan, terutama menjelang pemilihan paruh waktu yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Operasi Epic Fury sendiri diluncurkan pada 28 Februari lalu dengan skala yang masif. Komando Pusat AS (CENTCOM) mencatat serangan 36 jam tersebut sebagai konsentrasi kekuatan udara terbesar di Timur Tengah sejak invasi Irak tahun 2003.
Hanya dalam 24 jam pertama sejak dimulai pukul 09.45 waktu Teheran, AS mengeklaim telah menghantam lebih dari 1.000 sasaran strategis. Serangan ini telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (far)
