IPOL.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Washington melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target di Iran pada Selasa (9/6/).
Serangan itu dilancarkan beberapa jam setelah helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat AS jatuh di perairan dekat Oman.
Presiden AS Donald Trump menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Menurut Trump, informasi yang diterimanya dari jajaran militer menunjukkan bahwa helikopter itu ditembak saat menjalankan operasi di kawasan yang berdekatan dengan Selat Hormuz.
Melalui pernyataan resmi, Komando Pusat AS (Centcom) menegaskan aksi militer ini merupakan respons proporsional atas agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan.
Meski demikian, Trump memastikan dua personel yang berada di dalam pesawat berhasil diselamatkan dan tidak mengalami luka.
“Meski demikian, AS harus, dengan segala keharusan, merespons serangan ini,” tulis Trump, dilansir Associated Press, Rabu (10/11).
Insiden jatuhnya Apache terjadi di salah satu kawasan paling strategis bagi perdagangan energi dunia. Selat Hormuz selama berbulan-bulan terakhir menjadi titik ketegangan utama sejak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pecah pada akhir Februari.
