IPOL.ID – Ketegangan perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memunculkan wacana baru terkait pengelolaan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Teheran dilaporkan tengah mempertimbangkan skema terbatas yang memungkinkan kapal tanker minyak tetap melintas, dengan syarat transaksi minyak dilakukan menggunakan mata uang yuan China.
Laporan CNN menyebutkan rencana tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Seorang pejabat senior Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan pemerintah Iran sedang menyusun strategi baru untuk mengatur arus kapal tanker yang melewati jalur vital perdagangan energi dunia tersebut.
Rencana ini muncul setelah konflik bersenjata memanas usai serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu.
Situasi tersebut membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz terganggu dan menyebabkan ratusan kapal tertahan di perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman.
Jika skema itu diterapkan, hanya kapal tanker yang membawa minyak dengan mekanisme perdagangan menggunakan yuan yang kemungkinan diizinkan melintas oleh Iran.
