Selama puluhan tahun, perdagangan minyak dunia didominasi oleh dolar Amerika Serikat. Sistem tersebut menguat sejak era Presiden AS Richard Nixon pada 1970-an melalui kesepakatan petrodollar dengan Arab Saudi dan negara-negara produsen minyak lainnya. Sejak saat itu, sebagian besar transaksi minyak global dilakukan menggunakan dolar AS.
Namun beberapa negara mulai mencari alternatif. China dalam beberapa tahun terakhir berupaya mendorong penggunaan yuan dalam perdagangan minyak internasional, termasuk dengan menggandeng negara produsen minyak seperti Arab Saudi.
Meski begitu, penggunaan yuan sebagai mata uang utama dalam perdagangan minyak global sejauh ini belum menggantikan dominasi dolar.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz pada dasarnya tetap terbuka bagi negara lain, kecuali bagi kapal milik Amerika Serikat dan Israel.
“Faktanya Selat Hormuz terbuka. Jalur ini hanya ditutup bagi kapal tanker dan kapal milik musuh kami, yakni pihak yang menyerang kami dan sekutu kami. Negara lain bebas melintas,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan MS Now pada Sabtu (15/3).
