Araghchi menambahkan bahwa sebagian kapal memilih tidak melintasi jalur tersebut karena kekhawatiran terhadap faktor keamanan. Menurutnya, kondisi itu bukan akibat larangan dari Iran, melainkan keputusan operator kapal sendiri.
“Banyak kapal masih melintas di Selat Hormuz. Jalur ini tidak sepenuhnya ditutup, hanya tidak berlaku bagi kapal Amerika dan Israel,” katanya.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global setiap hari melewati perairan tersebut, sehingga setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu gejolak besar pada pasar energi dunia. (far)
