IPOL.ID – Tren pergerakan masyarakat pada masa mudik Lebaran 2026 menunjukkan sinyal perlambatan ekonomi nasional. Berdasarkan hasil survei terbaru Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi jumlah pemudik tahun ini diperkirakan sebesar 143,9 juta orang, turun sekitar 1,75% hingga 6,9% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 154,6 juta orang.
Penurunan ini menjadi sorotan karena merupakan kontraksi berturut-turut setelah puncak arus mudik pasca-pandemi pada 2024 yang sempat menyentuh angka 193,6 juta jiwa.
Daya Beli Masyarakat Menjadi Pemicu Utama
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya indikasi pelemahan konsumsi rumah tangga yang berdampak langsung pada minat bepergian jarak jauh. Dalam laporan terbaru, indeks keyakinan konsumen berada pada level yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Masyarakat saat ini cenderung lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran mereka. Biaya transportasi yang tinggi serta tekanan inflasi pada kebutuhan pokok membuat banyak keluarga memilih untuk tidak pulang kampung atau menunda perjalanan mereka,” ujar salah seorang pejabat BPS dalam keterangan terbatas.
