
Pandangan Pengamat Ekonomi
Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet baru-baru ini mengatakan bahwa angka mudik adalah cermin daya beli masyarakat kelas menengah yang sedang tertekan.
“Penurunan jumlah pemudik ini merupakan alarm bagi perekonomian domestik. Meskipun ada perputaran uang di daerah, volumenya diprediksi tidak akan sekuat tahun-tahun sebelumnya karena masyarakat membatasi konsumsi sekunder demi menjaga ketahanan finansial mereka,” ungkap sang pengamat.
Meskipun secara volume jumlah orang menurun, Kementerian Perhubungan tetap mengantisipasi kepadatan pada moda transportasi umum. Kereta api dan bus diprediksi tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang tetap berangkat, mengingat biaya operasional kendaraan pribadi yang semakin tinggi di tengah gejolak harga energi dunia.
Pemerintah melalui Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung hingga akhir Maret ini tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga keselamatan dan mengikuti jadwal rekayasa lalu lintas demi kelancaran arus balik yang diprediksi mencapai puncaknya pada 28-29 Maret 2026. (tim)
