Sebagai gambaran, dari sekitar 235.000 kasus TBC di Provinsi Jawa Barat, terdapat sekitar 235.000 rumah yang harus didatangi. Diestimasi, sedikitnya 1 juta orang yang merupakan kontak erat akan terdeteksi dan diperiksa.
“Masyarakat yang terjangkit TBC harus terus diperiksa, dicek kesehatannya, dan dilakukan pencegahan. Kalau positif TBC bakal terus diobati sampai sembuh 100 persen, karena TBC ini bisa disembuhkan asalkan meminum obat secara teratur. Pengobatan tersedia gratis di Puskesmas,” tandas Benny, melansir Kamis (12/3/2026).
Dalam Program Nasional, setiap provinsi ditargetkan mampu menemukan minimal 90% dari estimasi kasus TBC tahunan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, Jawa Barat sendiri menunjukkan kinerja yang sangat optimal dengan berhasil mendeteksi 96% dari total estimasi 234.280 kasus pada tahun 2025, sebuah capaian yang berada di atas standar nasional.
Tingginya angka penemuan kasus ini menjadi kunci utama dalam mempercepat inisiasi pengobatan bagi pasien. Dengan terdeteksinya penderita secara lebih dini, pemerintah dapat segera memberikan intervensi medis yang tepat untuk memutus rantai penularan di masyarakat secara lebih efektif.
