Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2024 Indonesia menyumbang 10 persen kasus TBC global atau sekitar 1,08 juta kasus. Angka ini meningkat signifikan dibanding tahun 2010 yang berada di level 7 persen (842 ribu kasus).
Diperkirakan 1.080.000 orang sakit TBC, dengan 126.000 di antaranya meninggal dunia akibat penyakit TBC.
Situasi tersebut mendorong Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Pengentasan TBC 2025-2029. Targetnya adalah menurunkan insiden TBC sebesar 50 persen menjadi 190 per 100.000 penduduk pada 2029. Program ini berfokus pada empat indikator utama: penemuan kasus, inisiasi pengobatan, angka keberhasilan pengobatan, dan pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT).
Guna mendukung strategi ini, pemerintah pusat turut memberikan dukungan peralatan medis. Kabupaten Bandung diperkirakan membutuhkan sekitar 45 unit alat Rontgen (X-Ray) untuk mempercepat pemeriksaan di masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa penanggulangan TBC memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah. Ia meminta Pemda untuk tidak ragu menyampaikan kondisi riil di lapangan.
